Selasa, 04 Juni 2013

KPK Ambruk karena Didesain Ambruk

Awal mula gerakan sosial melawan korupsi pastilah tak lepas dari kisah sukses di Padang, Sumatera Barat. Gabungan sejumlah elemen masyarakat sipil kala itu berhasil menghadapkan 43 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumbar periode 1999-2004 ke meja hijau. Ada sorak kemenangan ketika Pengadilan Negeri Padang menghukum mereka bersalah pada 2004 meski putusan tersebut dianulir oleh Mahkamah Agung beberapa tahun kemudian.

Ada satu nama di balik konsolidasi masyarakat sipil tersebut. Tanpa menafikan kehadiran tokoh-tokoh lainnya, nama Saldi Isra pantaslah disebut. Dosen Universitas Andalas, Padang, ini fasih bicara korupsi, juga persoalan-persoalan ketatanegaraan aktual.

Akhir Oktober lalu, Kompas berbincang dengan Saldi mengenai kondisi terkini gerakan pemberantasan korupsi dan prediksi ke depan. Berikut ini petikan wawancara dengannya.
Kasus itu kan akhirnya tidak sampai klimaks. MA membebaskan mereka semua melalui peninjauan kembali. Bagi kawan-kawan di Sumbar, itu sungguh berita buruk. Semuanya jadi kandas. Pola ini akhirnya menjadi pola umum penyelesaian yang dilakukan pengadilan.

Ditambah lagi, kuatnya intervensi politik ketika itu. Anda masih ingat, kan, ketika Komisi II dan III melakukan sidang gabungan yang meminta Presiden memerintahkan Jaksa Agung menutup semua kasus yang berkenaan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 110/2000. Saya melihat, sikap MA juga tidak terlepas dari tekanan politik DPR ketika itu.

Betul. Pola nyaris sama kalau kita lihat dari kasus DPRD Sumbar itu sampai bergeraknya Komisi Pemberantasan Korupsi. Ada resistensi dari lembaga-lembaga resmi kenegaraan. Lihat saja, misalnya, begitu tidak happy-nya kepolisian dan kejaksaan dengan sepak terjang KPK. Lalu ketika KPK mulai masuk ke tempat-tempat yang tidak pernah dijamah penegak hukum seperti DPR, pejabat eksekutif tertinggi, maka berkumpullah penegak hukum dan DPR untuk satu kepentingan yang sama, yaitu terganggu dengan sepak terjang KPK. Eksekutif, legislatif, mulai resisten ke KPK. Mulailah DPR mempersoalkan berbagai kewenangan KPK, penyadapan, penuntutan, dan lainnya.

Ada tren cenderung menurun. Sejak beberapa tahun terakhir, semangat untuk memberantas korupsi mulai melemah. Suara Istana semakin lembut dalam hal pemberantasan korupsi. Coba bandingkan, misalnya, kalimat-kalimat SBY menjelang 2004 sampai satu dua tahun SBY berkuasa. Ada penurunan semangat. Dan, yang kita lihat kemudian banyak kasus yang diselesaikan secara adat.

Padahal, di negara-negara yang praktik korupsinya masih kuat, sulit berharap ada kemajuan kalau pemberantasan korupsi tidak mendapat dukungan yang kuat dari parlemen dan pemerintah. Tidak mungkin pemberantasan korupsi di Indonesia bisa sukses kalau dukungan Presiden dan DPR tidak kuat. Sebab, mereka yang membuat legislasi.

Jadi, kalau mereka berdua bersepakat untuk melemahkan pemberantasan korupsi, seberapa pun besarnya dorongan dari luar sulit tembus ke DPR.
Dan, itu sebetulnya menjadi salah satu ancaman serius ke depan karena posisi eksekutif dan legislatif kan sebetulnya ada di satu tangan hari ini. Dengan posisi satu tangan, kita sulit berharap akan ada UU yang lebih progresif. Progresif untuk pemberantasan korupsi ke depan.

Dan, kita sudah mulai melihat gejalanya. Coba renungkan, bagaimana tiba-tiba suara Golkar menjadi redup ketika dia mau mendorong pembentukan angket kasus Bank Century. Bagaimana otoriternya Marzuki Alie (Ketua DPR) ketika ada beberapa komisi yang mau memanggil menteri untuk menanyakan beberapa persoalan.

Sebetulnya gejala yang paling berbahaya bagi kehidupan kita ke depan adalah kalau DPR hadir sebagai perisai dari eksekutif. Jadi, dia betul-betul menjadi tameng eksekutif. Dan, itu sudah mulai kelihatan dari perkembangan yang hanya beberapa hari setelah dilantik. Baru sebulan.

Saya kira yang harus dibangun ke depan adalah konsolidasi masyarakat sipil untuk mengontrol secara terus-menerus agenda kenegaraan. Dan, masyarakat sipil pun mulai dihadapkan pada persoalan-persoalan hukum serius. RUU rahasia negara, misalnya, kasus Emerson Yuntho dan Illian Deta Arta Sari yang dijadikan tersangka kasus pencemaran nama baik contohnya. Ini sebetulnya sinyal bahwa penegak hukum akan masuk menyerang siapa saja yang mempunyai perhatian khusus terhadap pemberantasan korupsi. KPK sudah diserang, aktivis antikorupsi sudah mulai diserang. Dan, saya kira bisa jadi kemudian akan sampai ke media.
Bagaimana konsolidasi dilakukan? Pertama, perlu dijelaskan bahwa korupsi itu berbahaya. Kalau masih banyak orang yang menganggap korupsi itu mengancam kehidupan untuk mencapai kesejahteraan, konsolidasi menjadi lebih mudah. Harus ada pemahaman bersama. Semua orang terus merasa perlu agenda pemberantasan korupsi. Itu kan memerlukan orang yang siap setiap saat menyuarakan itu. Dan, orang itu tidak boleh kurang hari ke hari, mestinya harus bertambah.

Dalam konteks itu juga saya sebetulnya mulai agak prihatin kalau orang-orang yang bersuara keras tiba-tiba pelan-pelan pindah ke tempat lain. Ada yang bergabung dengan partai politik dan pemerintah. Sampai hari ini, itu kan ternyata tidak efektif.

Dengan situasi seperti hari ini, kita mungkin hanya bisa berharap ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tampil ke depan mengoreksi undang-undang yang merugikan agenda kenegaraan. Saya kira MK mempunyai ruang untuk itu dan konstitusi memberikan ruang untuk itu. Jadi, di negara di mana presiden dan DPR-nya berasal dari kubu yang sama, cara mengoreksinya melalui pengadilan melalui uji materi atau judicial review.
KPK ini ambruk bukan karena kesalahan mereka, tetapi didesain untuk ambruk. Lalu… kita berharap kepada MK. Sebagai harapan terakhir agar kita tetap bernapas kecil bahwa ini memang negara hukum.
Memang betul bahwa enam hakim MK dari unsur DPR dan pemerintah. Tetapi, selama ini pendapat mereka kan tidak terkubu seperti itu. Sejauh ini mereka masih bisa dipercaya. Dan kita berharap ini dipelihara terus.
Oleh karena itu, kita juga berharap agar MK selalu menyelesaikan masalah-masalah yang muncul meski kecil. Misalnya, soal penggunaan surat palsu yang sempat muncul beberapa waktu lalu. Kalau MK ini tidak bisa menjadi lembaga yang bisa mengecek produk-produk DPR dan Presiden ke depan, kita sebetulnya kembali ke zaman baheula.


Secara teori memang disebutkan fungsi MK atau MA mempunyai kewenangan judicial review adalah sebagai external check antara eksekutif dan legislatif yang berselingkuh. Berselingkuh ini dalam pengertian berasal dari partai yang sama.

Selasa, 15 Januari 2013

Final Project Geografis Information System Peta Administrasi Provinsi Kalimantan Tengah


Dalam pembuatan peta digital pada walnya tentu kita harus melakukan beberapa tahap agar peta yang masih bersifat manual bisa kita buat menjadi digital
Ada beberapa Tahapan besar yang harus di lewati yaitu :

A.    Registrasi
B.     Digitasi
C.    Tabel
D.    Chart
E.     Layout

A.    Registrasi

  1. Load Data Gambar
Sebelum memulai load gambar yang akan di registrasi kita harus mencentang beberapa exstensi di perlukan selama perkerjaan berlangsung
Cara menampilkan extension : menu File à Extensions, centang extension yang sesuai dengan format filea.       Membuka View Baru
Doc Project  àTOC à pilih List View (double-click/tekan tombol New), maka akan muncul dokumen View1. 

a.       Menambahkan Data/Layer Raster dalam View1
Menu View à Add Theme à muncul dialog Add Theme
atau menggunakan
Tombol Add Theme
atau menggunakan
Shortkeys : Ctrl+T
Kemudian pilih direktori dimana file tersebut disimpan dan pada pilihan Data Source Types à Image Data Source
b.       Menambahkan Data/Layer Raster dalam View1
Menu View à Add Theme à muncul dialog Add Theme
atau menggunakan
Tombol Add Theme
atau menggunakan
Shortkeys : Ctrl+T
Kemudian pilih direktori dimana file tersebut disimpan dan pada pilihan Data Source Types à Image Data Source

  1. Persiapan Registrasi
a.       Menentukan Titik Acuan
Titik acuan yang dipakai adalah 4 titik acuan yang digunakan berbentuk kotak, berdasarkan garis acuan/ Lintang-bujur.



 b.  Memastikan nilai koordinat dan mencatat koordinat
      Titik koordinat yang telah ditentukan harus sesuai dengan format yang disupport yaitu           
      Decimal Degree dan UTM. 


                  c.       Untuk memulai memasukkan koordinatnya kit a menggunakan REGISTER AND TRANFORM
                                        Caranya : view -> register and tranform 








d.       Setelah selesai diisi maka lihat nilai erronya usahakan agar RMS errornya tidak  terlalu         besar Misal : 0.001

e.      Lalu write World Wide File dan simpan sesuiakan dengan nama file gambarnya
        Misal : kalteng.jgw
                Hasilnya akan menjadi seperti ini : 








A.    Digitasi


1.     Load atau Buka peta yang telah kita registrasi.
2.     Kemudian Pilih menu view  new  –> theme pilih line
3.     Lalu klik Ok
4.     Pada menu Pilih icon line pada, menu edit tool untuk mulai menggambar peta berdasarkan  batas wilayah.
 5.  Pilih juga icon yang sama di jendela stream mode digitizing dan mulai menggambar peta berdasarkan  batas wilayah.


   6.     Setelah menggambar peta sesuai peta yang ada maka inilah hasilnya.


     7.    untuk mulai mengeditnya  pilih bagian edit theme dan  Pilih file nya, lalu start editing,
          kemudian pilih show edit tool


  8. Gunakan icon untuk mngedit  seperti untuk mnghapus gunakan erase with polygon dan untuk     menghhubungkan gunakan remove redundant nodes dan untuk mengecek garis yang masih salah gunakan icon draw.


   9.     Lakukan hal tersebut sambai garis semua benar2 sudah terhubung.... kemudian stop editing.
        Pilih menu build polygon.


C.   Table

1.      langkah berikut mnandai Kota caranya sama pilih view ->new theme pilih point
pilih icon point untuk menandai semua kota sampai selesai.


2.        Setelah itu kita dapat memulai editing dengan cara pilih tabel, lalu pilih start editing.maka kita siap    melakukan editing , yang pertama kita lakukan adalah menambah kolom atau field baru untuk nama dari
       desa tersebut dengan cara pilih menu Edit , lalu pilih Add field maka kan muncul jendela baru seperti ini 





Isi sesuai kebutuhan karena ingin memberi nama desa maka Namediisi d"nama desa", typenya adalahstring, kemudian OK

3.     selanjutnya kita tinggal mengisi saja nama desa sesuai titik yang kita tandai tadi dengan memilih Icon edit

4.       langkah yang sama juga kita lakukan pada kecamatan (polygon) hanya saja kolom atau field yang ditambahkan                      
        yaitu nama kecamatan, Luas , keliling , KoordinatX , KoordinatY .
5.    Typenya pun yang digunakan adalah number karena ini yang akan kita hitung namun untuk nama kecamatan
        tetapstring  . Untuk mengisi data dari Luas , keliling , KoordinatX , KoordinatY kita menggunakan rumus.
        untuk   menentukan luas caranya pilih icon select none agar tidak ada yang terseleksi setelah itu klik field Luas
        lalu klik icon calculate

6.     setelah kita memilih icon calculate maka akan muncul windows baru disitulah kita akan menuliskan Rumus




        7.   setelah itu klik Ok, maka akan muncul hasinya semua, hal yang sama juga dilakukan untuk keliling , 
              koordinatX   dan juga KoordinatY yang membedakan hanyalah rumusnya




        8.   hasil yang didapat : 




   
      Chart (Diagram)

Setelah kita melakukan Digitasi dan membuat tabel, kini saatnya kita membuat Diagramnya agaapatmembandingkan wilayah atau daerah berdasarkan luas, keliling, atau pun lainya.
Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu pastikan bahwa tabel dari peta kita telah diisi, mulai dari Luas, Keliling, Koordinat X , Koordinat Y.
Sperti ini :








    Setelah terisi semunya kini kita tgal memilih icon create chat (icon yang di lingkar merah) untuk dapat membuat Diagram sesuai yang kita inginkan.  



Setelah kita mengklik icon create chat maka akan muncul jendela chart dimana kita harus memberi nama terserah kita, dan opsi apa yang akan dibuat menjadi diagram, saya memilih luas saj untuk kali ini, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan yang lainya.




 Kemudian klik OK. Maka akan muncul diagram wilayah yang membedakan berdsarkan Luas dari wilayah.




 Kita juga dapat mengganti model atau bentuk dari diagram dengan cara memilih bentuk yang kita sukai pada menu atau icon – icon yang berada diatas(yang diberi tanda warna Kuning) .




Setelah itu maka akan muncul hasil Layout standar seperti gambar dibawah ini.





Setlah demikian kita juga bisa menambahkan garis dengan cara menggunakan extensions graticules and measured grid. Menu File – extensions
Maka akan muncul icon graticules and measured grid.


Setelah kita klik akan lagi muncul kotak dialog baru kita tinggal mengikuti perintahnya samapai selai NEXT, stelah itu Preview dan Finish.



Maka hasilnya akan menjadi 







Untuk merubah hasil layout seperti gambar diatas, user bisa memanfaatkan menu,
button dan tool yang telah ada. Adapun menu, button dan tool yang sering dipakai
adalah:
(view frame) : untuk menampilkan view lain dalam layout misalnya untuk
menampilkan peta insert
(legend frame) : untuk menampilkan legenda/daftar isi (table of content)
theme yang aktif dari sebuah view bila legenda yang ada perlu tambahan
(scale bar frame) : untuk menampilkan skala peta dalam bentuk lain selain
bentuk skala yang berada dalam bentuk standar. Misalnya skala angka
(north arrow) : untuk menampilkan bentuk arah mata angin yang lain selain
bentuk standarnya